Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Bolehkah Harato Pusako Tinggi Dimiliki dan Dijual oleh Laki-laki Bila Suatu Kaum Tidak Ada Lagi Perempuan?

Gambar
Ilustrasi : Riri Tri Utami Bolehkah Harato Pusako Tinggi dimiliki dan dijual oleh Laki-laki bila suatu kaum tidak ada lagi perempuan? Jawabannya ialah tidak. Pasalnya kepemilikan harato pusako tinggi adalah milik kaum. Epi Radisman Datuak Paduko Alam selaku Ketua IV Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat mengatakan bila suatu kaum punah atau kaum tidak lagi ada kaum perempuan maka para laki-laki atau mamak dalam kaum tersebut tidak bisa memiliki atau menjual harato pusako tinggi. Epi yang membidangi Organisasi Kewarisan dan Keanggotaan menyebutkan agar kaum tersebut melihat Ranji kaumnya keatas dan kesamping.  Ia mengatakan bila tidak ada juga perempuan di kaum tersebut, maka harta tersebut diserahkan kepada penghulu atau datuak. Karena harato pusako tinggi adalah milik datuak. Dikatakan setelah diserahkan kepada datuak, maka datuak akan akan mencari kaumnya yang terdekat. Semisal kaum itu berasal dari Alam Surambih Sungai Pagu maka ia akan meny...

Rumah Percetakan Oeang RI : Ditinggalkan atau Meninggalkan

Gambar
Rumah Percetakan Oeang RI: Ditinggalkan atau Meninggalkan Rumah Percetakan Uang. Foto : Afrizal Sabtu tanggal 22 Agustus 2020, saya berkunjung kesalahsatu peninggalan bersejarah di Pesisir Selatan, yaitu rumah percetak uang yang terletak di Kec. Lengayang. Lengayang adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Indonesia. Ibu kota Lengayang adalah Pasa Kambang. Lengayang terletak antara Kecamatan Sutera (Surantih, Teratak, Ampiang Parak), dan sebelah utaranya terdapat Kecamatan Ranah Pesisir. Kecamatan Lengayang memiliki banyak sejarah penting yang patut diingat dan barangkali bisa menjadi cagar budaya baik Propinsi ataupun Kabupaten, seharusnya begitu. Meski demikian, ada beberapa sisa-sisa sejarah dan cerita tokoh serta kebudayaan Lengayang yang belum diketahui oleh masyarakatnya sendiri. Seperti halnya seorang tokoh bernama Haji Samik Ibrahim, lahir di Nyiur Gading, Koto Baru Kambang 1908 Agustus tanggal 08, dan wafat 24 November 1978. Beliau merupa...

Mengenal Sosok Zaini Zen, Putera Daerah Pertama yang Menjabat Bupati Pesisir Selatan

Gambar
  Mayor Mohammad Zaini Zen ketika bertugas di Pangdam Sriwijaya, Palembang. Foto: Dokumentasi Keluarga Saat ini, hampir semua putra-i terbaik Pesisir Selatan berkesempatan menjadi bupati di Kabupaten Pesisir Selatan. Namun, dizaman Orde Lama ataupun orde baru kesempatan itu tidak seterbuka sekarang bagi orang asli Pesisir Selatan. Pengaruh pusat begitu kental terasa dan proses demokrasi tidak sebagaimana kita rasakan saat ini. Bupati Pesisir Selatan pertama dari putra daerah Pessel adalah Mohammad Zaini Zen. Siapakah Mohammad Zaini Zen itu? Mohammad Zaini Zen lahir pada 21 Desember 1923 di Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ia anak ketiga dari Pasangan dr. Mohammad Zen dan Siti Darsiah. Sebagai anak seorang dokter, Zaini Zen kecil harus menjalani hidup dengan berpindah-pindah. Hingga tahun 1931, ia dibesarkan di dua tempat, yakni; Muaro Tebu, Bangko dan Sawahlunto. Selepas itu ia harus ke kampung halamannya di Painan. Dikarenakan ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan k...

Kesalahan Penulisan Nama dr. Mohammad Zen

Gambar
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Mohammad Zen. Foto: Net Penamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Muhammad Zein Painan disebut tidak sesuai dengan nama asli tokoh yang dimaksud. Dimana dokter pribumi pertama di Pesisir Selatan itu tidak memiliki nama asli seperti nama rumah sakit tersebut. Renaldo Jahja, cucu dr. Mohammad Zen mengatakan nama rumah sakit tersebut tidak sesuai dengan nama kakeknya. Sebab nama kakeknya bukanlah Dr. Muhammad Zein tetapi dr. Mohammad Zen. Baca juga:  Mengenal Dokter Pertama Pesisir Selatan Baginya perbedaan nama dan gelar tersebut mempunyai makna yang berbeda. Pertama, kakeknya adalah seorang yang berprofesi sebagai dokter (dr.) bukan seorang yang bergelar doktor (Dr.). Dimana dalam penulisan kata dokter yang benar adalah sebagai dr, dengan dr huruf kecil sedangkan Dr dengan d huruf kapital adalah acuan ke gelar Doktor. Gelar dokter baru bisa ditulis dengan d huruf kapital apabila gelar tersebut terletak di awal suatu kalimat. Menging...

Mengenal Dokter Pertama Pesisir Selatan

Gambar
Mohammad Zen. Foto: dokumen keluarga Tak banyak yang tau siapa dokter pertama putra Kabupaten Pesisir Selatan. Terlebih generasi muda saat ini. Bisa jadi sebabnya ialah kurangnya referensi atas hal tersebut. Lalu siapa dokter pertama putra Pesisir Selatan? Jawabannya adalah dr. Mohammad Zen. Namanya mungkin sudah familiar ditelinga masyarakat Pesisir Selatan. Terlebih namanya merupakan nama rumah sakit umum daerah di negeri sejuta pesona itu. Akan tetapi, tak begitu banyak orang yang tau akan sosok yang satu ini. Mohammad Zen lahir di Tarusan, antara tanggal 28 dan 29 April 1896. Ayah dan ibunya adalah orang asli Tarusan. Bapaknya bernama Tuanku Jibun yang berasal dari Kecamatan Koto XI Tarusan. Nama ibunya tidak diketahui, akan tetapi yang jelas ibunya adalah kaum Caniago Tarusan. Baca juga:  Kesalahan Penulisan Nama dr. Mohammad Zen   Mencius Zen, cucu Mohammad Zen mengatakan tidak begitu mengenal lebih jauh tentang Keluarga Mohammad Zen yg ada di Tarusan. Hal...

Kilasan Keluarga Pesisir Selatan (GIKPS, IKPS dan PKPS).

Gambar
  Persatuan Keluarga Pesisir Selatan. Foto: Facebook Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan adalah Organisasi Sosial kekeluargaan yang mewadahi warga asal Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera  Barat di Perantauan di Seluruh Dunia.  Secara Oganisatoris, organisasi ini berdiri pada tanggal 17 September 1960 oleh para tokoh - tokoh perantau Pesisir Selatan. Pada awalnya organisasi ini berdiri sendiri - sendiri di berbagai Kota di Indonesia. Untuk mewadahi organisasi - organisasi Perantauan yang tersebar, Pada tahun 1964 dibentuk Gabungan Ikatan Keluarga Pesisir  Selatan (GPKPS) yang berpusat di Jakarta. Musyawarah Nasional pertama bulan Juli 1991 di Painan dikukuhkan pergantian nama Gabungan Ikatan Keluarga Pesisir Selatan menjadi Ikatan Keluarga Pesisir Selatan dengan struktur Kepengurusan mulai dari DPP di Tingkat Nasional, DPW ditingkat Propinsi, DPD ditingkat Kabupaten/Kota dan DPC ditingkat Kecamatan. IKPS merupakan wadah tunggal organisasi perantau Pesisir S...

Mengenang 62 Tahun Wafatnya H. Ilyas Yakub, Pahlawan Nasional dari Pesisir Selatan

Gambar
Foto : Sampul Buku H. ILJAS JAKOEB Pahlawan Nasional dari Pesisir Selatan-Sumatra Barat Tepat hari ini, 62 tahun yang lalu. Pesisir Selatan kehilangan salah satu putera terbaiknya.H. Ilyas Yakub wafat di Koto berapak, Kecamatan Bayang di usia 55 tahun. Ilyas Yakub merupakan pahlawan nasional dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1999 oleh Pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 074/TK/Th.1999 tanggal 13 Agustus 1999. Ilyas Yakub dilahirkan di Asam Kumbang pada 14 Juni 1903. Anak dari pasangan Haji Ya'kub-.Siti Hajir. Anak ke-3 dari 4 bersaudara. Ia berasal dari keturunan seorang ulama. Kakeknya adalah seorang syekh yakni Syekh Abdul Rahman. Ia Pernah mendapatkan pendidikan Barat yakni Government Inlandsche School Asam Kumbang. Sejak muda, ia telah aktif dalam kegiatan politik kemerdekaan Indonesia, ketika menempuh pendidikan di Mesir, hingga mencapai puncaknya sebagai sa...

Kapal Karam di Ampiang Parak, Peninggalan Portugis atau Belanda?

Gambar
Seorang pengunjung tengah berfoto di bangkai kapal di Ampiang Parak. Terlihat tiang kapal telah berkarat. Foto:  Arif P Putra Sumatera merupakan sebuah pulau yang sudah termasyhur sebagai negeri penghasil emas yang melimpah. Terhitung sejak permulaan abad masehi, Sumatera sudah dikenal dengan nama Suvarnnabhumi (Negeri Emas) atau Suvarnnadwipa (Pulau Emas).  Selain emas, Pulau Sumatera juga dikenal sebagai penghasil lada yang berkualitas. Menurut Kroeskamp, seorang ahli sejarah dan tokoh pendidikan mengatakan penduduk pantai barat Sumatera pada abad ke-16 hingga ke-18 sudah membudidayakan tanaman lada. Terlebih untuk daerah Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan kualitas lada di daerah ini tergolong baik dan sangat baik. Hal itu menjadikan Pulau Sumatera, terutama di pantai barat Sumatera menjadi kota‐kota pantai dan bandar yang menjadi pusat perdagangan lada dan emas. Dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan yang terkenal dan penting di masa lampau, menja...