Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Akibat Dihantam Gelombang, Objek Wisata di Pessel ini, Alami Kerusakan Parah

Gambar
Objek Wisata yang rusak akibat Gelombang Air Haji, Bandasapuluah.com - Akibat dihantam gelombang pasang, Objek Wisata Jembatan Pelangi di Nagari Muara Kandis Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, mengalami rusak berat. Setidaknya tiga unit jembatan bambu dikawasan tersebut roboh, ratusan pohon cemara yang selesai ditanam tumbang dan bibir pantai tampak datar setelah diterjang gelombang pasang. Wali Nagari Muaro Kandis Pungasan, El Kamsi kepada bandasapuluah.com mengatakan, objek wisata tersebut disapu gelombang pasang tepat pada malam takbiran sehari sebelum lebaran. " Kondisi paling parah disapu gelombang pasang terjadi tepat pada malam takbiran sehari sebelum lebaran, " sebutnya. Diterangkan, ada tiga titik jembatan di objek wisata tersebut yang rusak setelah dihantam gelombang. " Sepanjang 30 meter jembatan di dua titik roboh, dan satu titik jembatan sepanjang 50 meter yang roboh," terang El Kamsi. Akibat per...

IKAMP Bagikan Masker kepada Masyarakat

Gambar
IKAMP Bagikan Masker kepada Masyarakat  Sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, IKAMP ( Ikatan Keluarga Alumni MTSN  Punggasan ) membagikan masker sebanyak 17 Lusin  kepada masyarakat yang bekerja di luar rumah, pada Jumat (29/5) di depan SPBU Simpang Lagan. "sasarannya adalah tukang ojek,  pengendara motor dan mobil yang lewar serta jamaah masjid depan Pertamina Simpang Lagan," ucap Hadi Satria Al Imani selaku Ketua Ikamp Dikatakan, Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. "di tengah massifnya penyebaran Covid-19 ini, tidak semua kelompok masyarakat bisa bekerja dari rumah, bahkan mereka kekurangan masker dan belum dapat oleh pemerintah setempat," ujarnya. Ia berharap, kegiatan baik tersebut tetap dilestarikan, dirawat dan tumbuh kembangkan. "Disaat orang lain kelaparan kita ada, disaat masyarakat membutuhkan, kita langsung terjun dan membantu sesama" sambungnya. Selain itu, Ik...

Merayakan Hari Balai, Mencintai Kumandang Pasar

Gambar
Oleh: Raudal Tanjung Banua Pasar Surantih di Kecamatan Sutera, Pessel S emasa saya di kampung, hari raya berlangsung tiap pekan. Setiap hari itu tiba, ibu-ibu atau amak-amak, bibi-bibi dan saudara perempuan kami, akan mengenakan baju berbeda dengan kesehariannya. Baju terbaik dari almari, menguarkan kapur barus. Mereka akan naik sepeda gayung atau menyetop bendi lalu menghilir ke pusat keramaian yang terbentang sejak pagi hingga menjelang petang, di sana, di seberang jembatan panjang Batang Surantih. Bapak-bapak boleh agak santai bekerja, atau ikut menghilir masuk ke pusat keramaian itu. Dan kami, anak-anak—saya beserta kawan-kawan seusia—akan menjadi pihak paling berbahagia, saya rasa, kebahagiaan maksimal yang pernah dialami seorang anak yang lahir di kampung kami tercinta. Tentu, karena sepulangnya ibu nanti, kami dibawakan makanan kesukaan: lamang tapai, godok, kue mangkuak, lupis, es cincau atau martabak horas. Tak lupa mainan: balon berbunyi ( talambuang oek )...

Kumpulan Puisi Ketum Impplisba

Gambar
Ambil Manis jangan Hancurkan sarangnya  Sekian lama pandemi Banyak ibrah yang perlu kita benahi Melukiskan hobimu dengan telaten Menggariskan penamu dengan dengan baik Sekian lama pandemi Banyak buku yang perlu engkau pelajari Sembahri menunggu beduk berbunyi  Bertambah wawasan juga pikiran tambah jernih Sekian lama pandemi Pemerintah semakin hari semakin ketat sekali Masyarakat tak ada makanan yang akan dinikmati Beras habis kantongpun tak berisi Sekian lama pandemi Pemerintah semakin hari semakin validasi Masyarakat disuruh berdiam di rumah Tanpa memberi solusi yang pasti Sekian lama pandemi Banyak soal kehidupan engkau ketahui Perlu engkau sikapi dengan  gagah berani Ghirahmu harus tetap berapi_api Masakan Ibu Nikmatnya Tiada Tara Berjejeran burung kuntul di sawah Sapi dan kerbau bergembira ria Mereka hinggap di atas punggungnya Bercengkrama bersama memberantas hama Mendaki bukit gunung suala Merambah semak belukar rerumputan ...

Petani Lengayang Keluhkan Turunnya Harga Gabah Saat Panen Raya

Gambar
KAMBANG, BANDASAPULUAH.COM -- Saat ini, petani padi di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, tengah panen raya, sehingga harga Gabah Kering Panen (GKP) di daerah tersebut mengalami penurunan. Tak tanggung-tanggung, penurunan GKP di daerah tersebut mencapai 30 persen. Akibatnya petani setempat mengeluh karena tak bisa menutupi biaya produksi disaat panen raya dengan menjual gabah. Baca juga:  Di Tengah Amukan Corona, Hasil Panen Padi Masyarakat Sutera Menurun Drastis Bahar, petani setempat menuturkan, selama ini untuk menutupi biaya produksi disaat panen, dirinya selalu menjual gabah kepada tengkulak. "Saat panen raya, harga GKP di Lengayang hanya Rp. 260 ribu perkarung, padahal harga GPK perkarung biasanya Rp370 ribu, akibatnya kami kesulitan menutupi biaya produksi" ujar Bahar. Ia berharap, di masa panen raya ini, petani haruslah diuntungkan. Bukankah, ucap Bahar, saat ini adalah waktu dimana petani menikmati untung...

Di Tengah Amukan Corona, Hasil Panen Padi Masyarakat Sutera Menurun Drastis

Gambar
Panen padi di Kecamatan Sutera. Foto: Rido Putra SURANTIH, BANDASAPULUAH.COM  - Produksi padi petani di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, menurun ditengah pandemi Covid-19. Hasil panen petani tersebut menurun sekitar 20 hingga 50 persen. "Biasanya hasil panen 40 karung, sekarang hanya 20 karung," ujar Rido, salah satu petani di daerah tersebut. Baca juga:  Membeli Beras: Bentuk "Parasaian" Hidup Rido mengungkapkan, penyebab menurunnya produksi padi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ia menyebutkan, serangan hama adalah faktor utama yang membuat produksi padi di daerah setempat menurun dengan sangat tajam. "Penyakit padi akibat serangan hama terutama pianggang (walang sangit) adalah penyebab utama produksi padi menurun," ujarnya. Selain hasil panen yang menurun, ucap Rido, Harga Gabah di daerah tersebut juga menurun. Padahal menurutnya saat ini adalah waktu dimana petani menikmati untung karena tengah ...

Puasa dan Hari Raya

Gambar
“JIKA puasamu bolong satu hari saja tanpa alasan, maka puasa-puasa lain di bulan itu tidak akan diterima,” kata ibu ketika aku kelas tiga sekolah dasar. Ajaib, untuk pertama kalinya puasaku penuh sebulan tanpa bolong sama sekali. Kata-kata ajaib ibu itu terus menjadi motivasi buatku untuk selalu berpuasa dan tak ingin bolong satu hari pun. Namun, seiring usia, justru aku merasa puasa terasa semakin berat dan penuh godaan. Yang sangat berat bagiku ketika kecil tentu saja bangun untuk makan sahur. Sehabis itu di minggu-minggu awal puasa, anak-anak dan para remaja, akan menghambur keluar rumah. Rasanya asyik saja sehabis Subuh jalan-jalan tak tentu arah. Mereka yang sudah mengenal asmara tentu lebih menikmati kesempatan itu. Setelahnya kami meringkuk tidur dan bangun di siang hari. Laki-laki berkumpul di pos ronda, anak gadis biasanya berkumpul di rumah teman perempuannya dengan muka penuh bedak beras. Siang hari di bulan puasa kampung terasa sunyi-senyap. Tapi b...

Bumi tidak butuh kita !!!

Gambar
Ilustrasi : net Tulisan ini bukanlah tulisan yang ditulis atas dasar menjunjung tema covid-19, melainkan tulisan ini saya suguhkan untuk mereka-mereka yang bosan akan konten covid-19 yang selalu menjadi pemberitaan beberapa bulan terakhir ini. Motivasi lain dari saya menulis tulisan ini adalah untuk membuka kesadaran kita bersama seperti apakah posisi kita di atas bumi ini.  Apapun yang terjadi bumi akan tetap ada dan akan terus ada. Kita mungkin pernah atau bahkan sering mendengar himbauan yang bertujuan membujuk kita untuk mengindari sesuatu atau menjaga sesuatu seperti konsep  "go green" yang berarti peduli lingkungan, kemudian ada pula "save the earth" yang berarti selamatkan bumi. Jika kita telaah dari segi bahasanya semua itu berarti memerintahkan kita untuk menyelamatkan dan menjaga bumi ini. Seakan-akan bumi akan berusia sangat pendek jika semua himbauan itu kita abaikan. Namun realita yang ada adalah sebenarnya itu semua untuk menyelamatkan ...

Pesan Sutera Bagikan 1000 Masker Gratis se-Kecamatan Sutera

Gambar
Persatuan Anak Nagari Sutera (Pesan Sutera) bakal membagikan 1000 masker di 10 Nagari se-Kecamatan Sutera pada Sabtu (23/5). "Ada 10 nagari, setiap nagari kita menyalurkan 100 masker," ujar Afrizal selaku Ketua Umum Pesan Sutera. Pada tahap awal, ucap Afrizal, nagari yang dibagikan masker adalah Nagari Surantih dan Ampiang Parak. "Kedua nagari itu adalah dua nagari dengan penduduk terbanyak, jadi itu prioritas" ucapnya. Di Surantih, masker dibagikan kepada masyarakat yang tengah beraktivitas di Pasar Surantih tapi tidak memakai masker, sedangkan di Nagari Ampiang Parak, masker diserahkan kepada pihak nagari. Sementara itu, Untuk delapan nagari yang lain, pihaknya akan menyalurkan masker setelah lebaran. Mengingat masker yang dibagikan adalah masker buatan Ibu-ibu rumah tangga. "Namanya skala rumahan, jadi produksi juga terbatas," terangnya. Selain itu, dengan cara tersebut bisa membantu ibu-ibu rumah tangga yang terkena dampak Covid-19. "Semu...

Human Caring Community (HCC) Bagikan Paket Sembako di Jorong Parit

Gambar
Human Caring Community (HCC) mengadakan  kegiatan sosial berbagi di Jorong Parit Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat. Human Caring community  adalah sekumpulan kelompok mahasiswa dan pemuda yang peduli terhadap berbagai  kejadian yang terdapat di masyarakat.  Sehubungan dengan bulan yang berkah ini, maka nilai-nilai tersebut akan didapatkan jika kita saling memberi satu sama lainnya dan bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang saat ini membutuhkan dan terdampak oleh pandemi covid-19,’’ kata Ketua Human Caring Community Nofriwan Jaya, Rabu (20/5/2020). Di dalam kondisi saat ini semua aktivitas berjalan secara lambat ditambah juga dengan penerapan PSBB, imbuh Nofriwan, sudah saatnya kita sebagai mahasiswa dan pemuda mengambil andil dalam situasi saat ini yaitu dengan meringankan beban masyarakat kita. Selain itu Bendahara Human Caring Community (HCC) Ahmad liwaul Hamdi juga mengungkapkan terima kasih kepada beberapa donatur yang peduli den...