Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Kapal MV Boelongan, Wisata Sejarah yang Ada di Mandeh

Gambar
Kapal MV Boelongan, Wisata Sejarah yang Ada di Mandeh Wisata Mandeh menyajikan keindahan yang sangat luar biasa, terdiri dari hamparan gugusan pulau-pulau kecil mulai dari Pulau Cubadak yang terkenal eksotiknya, Pulau Setan ( P. Sutan ) yang begitu memukau mata, pulau Saronjong Kecil dan Pulau saronjong Besar yang mempesona dan tak lupa pula kawasan Hutan Mangrof yang terhampar dengan luas membuat sensasi yang memukau mata wisatawan baik lokal maupun asing.   Menikmati wisata bahari di kawasan  Mandeh ini merupakan sebuah pengalaman wisata yang luar biasa. Apalagi ada saksi sejarah yang merupakan salah satu bukti begitu mengagumkannya wisata mandeh ini. Kapal Boelongan Nedereland yang saat ini menjadi destinasi pilihan Favorit bagi para penyelam untuk melihat dan menyaksikan bukti sejarah tersebut dengan kedalaman sekitar 27 Meter.  Selain itu, kita juga bisa sembari melihat hanparan terumbu karang nan cantik. Mari kita coba ulas sedikit dari sejarah ka...

Matrilineal adalah Peradaban yang Ajaib, Kenapa?

Gambar
Bila melihat sejarah Indonesia terutama tentang asal usul, sebagai etnis Minangkabau tentu kita heran dan bertanya bagaimana bisa kita menganut sistem Matrilineal. Bahkan nenek moyang kita saja tidak menganut sistem yang demikian. Dari sejarah Indonesia, Dituliskan bahwa nenek moyang kita berasal dari daerah Yunan, China atau wilayah selatan China. Yang berlayar mengarungi lautan dan pada akhirnya berlabuh jua di Indonesia. Diketahui nenek moyang kita itu menganut sistem patrilineal. Lebih dekat lagi, apabila bersumber kepada Tambo yang ada di Minangkabau, dikatakan bahwa kita berasal dari keturunan Sultan Iskandar Zulkarnain. Sultan ini juga diketahui penganut sistem Patrilineal. Melihat ke masa kerajaan , Minangkabau merupakan tanah kerajaan yang beragama Hindu dan juga Budha. Kerajaan Dharmasraya, Sriwijaya dsb. Orang Minangkabau tempo dulu selain beragama Hindu dan juga Budha juga penganut animisme. Baik Hindu, Budha , dan Animisme tidak mengenal yang namanya Matrilin...

AA Navis, Sang "Satire Ulung"

Gambar
Haji Ali Akbar Navis adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis. Ia  dilahirkan di Padang Panjang, Sumatra Barat, pada 17 November 1924. Ia anak pertama dalam keluarganya. Ayah A.A.  Navis berasal dari Koto Anau, sebuah kampung dekat Gunung Talang, Kabupaten Solok. Nenek moyang ibunya berasal dari Jawa dan menetap di Bengkulu. Ayah dan ibu A.A. Navis bertemu di Padang Panjang. Jadi, A.A. Navis adalah turunan dari dua suku bangsa yang merantau ke berbagai daerah dan akhirnya menetap di Padang Panjang. Semasa kecil, A.A. Navis tinggal bersama kakek dan mande tuo, kakak ibunya. Mereka tinggal di Kampung Jawa, Padang Panjang. Dimasa kanak-kanak itu , A.A Navis suka sekali main sepak bola. Badannya yang kecil dan kerempeng tak menghalangi keinginannya untuk bermain bersama teman. Dia bermain karena suka, bukan untuk prestasi. Kemampuannya bermain sepak bola tidak terlalu men...

Puncak Taratak, Potensi Wisata yang Belum Disentuh

Gambar
(Pemandangan dari Puncak Taratak) Mereka yang tinggal di Surantih hingga Tapan di Pesisir Selatan Sumatera Barat, pastilah melewati Bukit Taratak, sebuah perbukitan dengan jalan berliku dengan pemandangan laut menghampar. Inilah pemandangan pantai terakhir dari ketinggian jika hendak menuju Sungai Penuh atau Bengkulu. Perbukitan dengan jalan berliku, tebing-tebing yang sudah dirapikan, Kelok Camin dan Samudera Hindia di sisi timur, membuat mata takjub memandangnya. Apalagi jika perjalanan di sore hari. Ondeh, sabana rancak segala yang tampak. Puncak Taratak atau Bukit Taratak atau Bukit Taluak terletak di perbatasan Kecamatan Batangkapas di utara dan Kecamatan Sutera di selatannya. Dulu kawasan cantik ini dianggap daerah perbatasan yang cukup seram. Selain lengang dan gelap ada  goa kecil yang disebut Ngalau Harimau. Harimau dan beberapa mitos lokal membuat kawasan ini ditakuti banyak orang, Seiring waktu, semakin sibuknya mobilitas, kawasan ini menjadi oase. Belokan taj...

Hujan di Akhir Januari

Gambar
Hujan di akhir januari Curahnya menghentak jiwa Membawa resah Membawa gelisah Suara rintiknya terasa pilu di relung kalbu yang nyaris bisu Hujan di akhir Januari membawa banyak cerita Tentang kita yang nyaris tak bahagia Dalam merenda kasih pada usia senja Hujan di akhir Januari Mungkinkah itu pertanda Bahwa kita kan bernaung pada payung yang berbeda? Lumpo, 29 Januari 2020 (SRJ)

Masih Adakah "Pengantin Subuh" di Surantih?

Gambar
Adat perkawinan yang ada di Nagari Surantih tidak jauh berbeda dengan adat perkawinan yang berlaku pada umumnya di Minangkabau. Yang membedakan hanyalah proses ijab kabul yang dilaksanakan pada malam hari bahkan dini hari menjelang subuh. Karena inilah pengantin di Surantih sering dijuluki dengan "Pengantin Subuh". Menjelang akad nikah ,seorang marapulai akan dijemput oleh pihak anak Daro. Dikutip dari buku " Alam Sati Nagari Surantih (Asal usul, Adat Istiadat dan Monografi Nagari Surantih) " dituliskan, bahwa penjemputan dilaksanakan oleh mamak, sumando, ipa bisan berserta nan mudo-mudo. Penjemputan ini tidak dengan tangan kosong, yang menjemput akan membawa carano yang berisi sirieh panjapuik marapulai dan sirieh Mande bapak serta mamak, Langguai menggunakan silimput didalamnya terdapat cincin perak, nasi lamak kuning/nasi kunyit, jamba berisi makanan sambal dan kue besar, sang Soko atau baju lengkap dengan kopiah dan sarung, dll. Dalam manjapuik mara...

Tugu Ikan Mungkuih, Realita atau Kenangan?

Gambar
Mungkui atau mungkus dalam bahasa Indonesia, merupakan ikan air tawar pemakan lumut, memiliki cupak di atas perutnya yang memudahkannya untuk menempel di bebatuan. Ikan ini biasanya ditemukan di perairan Sumatra. Di Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Ranah Pesisir, Mungkui merupakan ciri khas dari daerah Mungkui atau mungkus dalam bahasa Indonesia, merupakan ikan air tawar pemakan lumut, memiliki cupak di atas perutnya yang memudahkannya untuk menempel dibebatuan. Ikan ini biasanya ditemukan di perairan Sumatra. Di Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Ranah Pesisir, Mungkui menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Tak khayal untuk  menampilkan ciri khas tersebut didirikanlah  tugu ikan "Mungkui" yang berlokasi di pertigaan jalan antara kantor Camat dan Polsek (Polisi Sektor) Ranah Pesisir. Rizal MS (54), tokoh masyarakat setempat sekaligus penggagas ide tersebut mengatakan, berdirinya tugu di suatu daerah bisa menjadi ikon yang nantinya akan berpengaruh besar...

Rindu Itu Sesak

Gambar
Bermula dari pergimu Sepi dan kekosongan tersemat dihari hariku Rindu pernah butakan hatiku Hingga berujung untuk menjauh Ku kira rindu hanya milikku Namun nyatanya rindu pun berpihak padamu Diujung bulan januari Rindu masih berkisar mencari muara Tak pantaskah hati menjerit? Goresan-goresan pilu selalu tertambat didalamnya Putaran waktu tak dapat ku genggam Hingga berjalan dibawah kegelisahan Disetiap kerinduan menapak dan menghuni sebagian hidupku Tak pernah lagi ku temukan tawa yang menggema Begitu kejam rindu Nyatamu begitu sakit Datang menjamah menuai airmata Seribu kali ku memintamu pergi Namun kau tetap melekat dikalbu Kaulah rindu yang abadi

Mengenal Jenis Perang ala Bapak Republik

Gambar
Dari dahulu hingga sekarang manusia tidak lepas yang namanya dari peperangan. Bahkan untuk menginginkan perdamaian maka manusia harus siap untuk berperang. Sepertinya jalan untuk berdamai harus dilalui dengan berperang. Ada pribahasa yang terkenal tentang keinginan untuk keadaan damai yang harus diciptakan melalui peperangan ini. Si vis pacem, para bellum (Jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang) . Pribahasa ini terkenal setelah salah satu kandidat calon presiden pada kontestasi pilpres 2019 yang lalu melontarkan pribahasa ini . Pribahasa ini diyakini dikutip dari penulis militer Romawi Publius Flavius Vegetius Renatus : Igitur qui desiderat pacem, praeparet bellum . Seperti dilansir dari mediaoposisi.com, Rabu (29/01/2029). Ide pokok perkataan ini sudah ditemukan pada Undang-undang VIII (Νόμοι 4) Plato 347 SM dan Epaminondas 5 Cornelius Nepos. Kemudian muncul dari perkataan Flavius Vegetius Renatus sekitar tahun 400 M di dalam kata pengantar De r...

Mengenal Acara "Babako" di Pesisir Selatan

Gambar
Pelaksanaan pernikahan di Indonesia memiliki budaya dan tradisi yang unik juga beragam.  Keberagaman ini muncul karena tidak hanya antar provinsi saja yang memiliki tradisi unik tersebut melainkan juga antar daerah-daerah atau kampung-kampung di dalamnya juga memiliki tradisi yang berbeda dalam melaksanakan upacara perkawinan yang menjadi ciri khas adat dari kampung tersebut.  Pada umumnya prosesi adat yang dilakukan dalam perkawinan dimulai dari lamaran,hantaran,pernikahan sampai kepada pesta pernikahan. Pesisir Selatan yang merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Barat memiliki budayanya tersendiri dalam melaksanakan rangkaian acara perkawinan salah satu diantaranya adalah "Babako". Upacara babako berlaku untuk kedua pengantin dan dilaksanakan secara terpisah. Bako Di minang berarti keluarga dari ayah pihak pengantin baik laki-laki maupun perempuan,  sedangkan sebutan pengantin oleh bakonya adalah "Anak pisang". Acara babako merupakan simbol ka...

Badampiang, Keunikan Prosesi Pernikahan di Surantih

Gambar
Dalam adat perkawinan di Surantih, setelah dilakukan prosesi japuik marapulai  oleh pihak Anak Daro , maka akan dilanjutkan dengan prosesi " muanta marapulai " kerumah anak Daro untuk melakukan proses Akad nikah . Pada prosesi ini, marapulai turun rumah untuk dibawa menuju ke rumah anak daro , kerabat dan karib yang mengantar mengiringinya dengan " badampiang ". Menurut buku " Alam Sati Nagari Surantih (Asal Usul, Adat Istiadat dan Monografi Nagari Surantih) ", Badampiang merupakan dendang yang dilatunkan beramai-ramai dengan cara sahut menyahut berisikan pantun nasehat yang melambangkan kesedihan keluarga (orang tua) yang melepas anak laki-lakinya untuk memasuki kehidupan berumah tangga.  Badampiang dilakukan sepanjang perjalanan marapulai menuju rumah Anak Daro , dalam perjalanan tersebut , dampiang akan terus dilantunkan hingga marapulai sampai di halaman rumah anak Daro. Untuk diketahui,  prosesi muanta marapulai yang terdapat badampia...

Surat dari Ibu

Gambar
Saat surat ini Ibu tulis Ibu yakin matamu sudah terpejam Terlelap dalam pagutan malam yang sunyi dan dingin Tapi sekali lagi Ibu yakin anakku Meski matamu terpejam dalam  lelapmu Tapi hati, jiwa dan pikiranmu tengah berlari menjelajahi dunia yang luas  untuk kau tundukkan. Anakku, terbayang di pelupuk mata ibu Wajahmu yang penuh tawa, canda dan ceria Tapi jauh di relung-relung pikiranmu Terdapat sejuta cita dan keinginan yang mulia yang ingin segera kau wujudkan. Ibu tahu anakku Tak mudah bagimu untuk mencapai semua itu Jalan yang panjang dan berliku akan membuatmu letih Onak dan duri yang tajam akan sering melukai hatimu yang bening itu Dan itu sangat menyakitkan. Bukan itu saja anakku ada yang lebih mengkhawatirkan Ibumu ini Yaitu dinding tembok pembatas yang menjulang tinggi, kokoh dan tentunya akan sulit bagimu untuk menerobosnya. Anakku sayang Mimpimu adalah impian ibumu jua Naluri Ibumu inilah yang membimbing Ibu untuk selalu berdoa dan berharap...

Balita berambut "Gombak", Samson ala Masyarakat Surantih

Gambar
Bila terus mempelajari apa yang ada di Surantih, mungkin tidak akan ada habisnya. Mulai dari Sosial, budaya, kepercayaan semua menarik untuk dipelajari. Nagari ini memiliki begitu banyak keunikan-keunikan yang ada didalamnya. Salah satunya adalah adat " " Guntiang Gombak".  Guntiang Gombak merupakan upacara mengunting rambut balita yang kelahiranya ditandai dengan rambut yang "bagombak" tiga/dua. Balita yang memiliki gombak ini, seperti dalam buku " Alam Sati Nagari Surantih ", dituliskan bahwa rambut anak ini " diasok " maka anak itu akan menderita demam (sakit).  Mengingat hal yang demikian, biasanya orang tua dari balita yang berambut Gombak akan melakukan upacara untuk mencukur rambut " Gombak " anaknya tadi, dengan tujuan agar si balita tidak mengalami demam lagi. Untuk melakukan upacara mencukur rambut " Gombak " si anak atau yang disebut " Guntiang Gombak ", orang tua si balita...

Mari kenali Kisi-kisi, Cara Penilaian dan Ambang Batas dalam Tes SKD CPNS

Gambar
Tes Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019  akan menghadirkan 100 soal yang akan dijawab oleh para peserta tes CPNS. 100 soal tersebut merupakan soal pilihan ganda yang terdiri dari tiga bagian yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum ( TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Pertama adalah Tes karakteristik pribadi (TKP), berisi 35 soal yang mana penilaian meliputi tentang pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi serta profesionalisme. Kedua Tes Intelegensia Umum, ada sebanyak 35 soal yang mesti dijawab, penilaiannya meliputi kemampuan verbal (analogi, silogisme, dan analitis), kemampuan numerik (berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita), kemampuan figural (analogi, ketidaksamaan, dan serial). Terakhir adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), mempunyai 30 soal yang penilaiannya meliputi penguasaan pengetahuan dan kemampuan ...