Rindu Itu Sesak
Sepi dan kekosongan
tersemat dihari hariku
Rindu pernah butakan
hatiku
Hingga berujung untuk
menjauh
Ku kira rindu hanya
milikku
Namun nyatanya rindu
pun berpihak padamu
Diujung bulan januari
Rindu masih berkisar
mencari muara
Tak pantaskah hati
menjerit?
Goresan-goresan pilu
selalu tertambat didalamnya
Putaran waktu tak dapat
ku genggam
Hingga berjalan dibawah
kegelisahan
Disetiap kerinduan
menapak dan menghuni sebagian hidupku
Tak pernah lagi ku
temukan tawa yang menggema
Begitu kejam rindu
Nyatamu begitu sakit
Datang menjamah menuai
airmata
Seribu kali ku
memintamu pergi
Namun kau tetap melekat
dikalbu
Kaulah rindu yang abadi

Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar terbaiknya, saran serta kritikan anda adalah motivasi bagi kami untuk berbuat baik kedepannya