PKS Selalu Kalah di Pilkada Pessel, Kecuali Berkoalisi dengan PAN

 


Bagaikan bumi dan langit. Itulah pribahasa yang tepat untuk mengibaratkan nasib dua partai politik ini dalam sejarah pemilihan bupati (Pilbup) di Pesisir Selatan.

Ialah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nasib keduanya saling berbeda jauh dan tak tak berkesesuaian satu sama lain. Untuk diketahui, PKS dan PAN adalah dua partai politik yang sama-sama lahir di tahun 1998.

Sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) Pessel yang diselenggarakan secara langsung pada 1 Agustus 2005, PAN dan PKS telah ambil bagian didalamnya.

Akan tetapi, dari 4 kali pelaksanaan pilkada di Pessel, keduanya hanya sekali bersama. Selebihnya, berbeda pilihan. Hasilnya, nasib keduanya pun berbeda.

Pada Pilkada Pessel 2005, PAN menyatakan dukungan kepada pasangan calon Nasrul Abit-Syafrizal Ucok. Sedangkan PKS mendukung pasangan M. Yusril-Bakri Bakar.

Meskipun sempat menempuh proses hukum di Pengadilan Tinggi Sumbar kala itu. Tapi dari hasil akhir penghitungan, KPU Pessel menetapkan pasangan Nasrul Abit dan Syafrizal sebagai pemenang dengan raihan 72.738 suara. Sedangkan M. Yusril dan Bakri Bakar mendapat 71.542 suara.

Berlanjut di tahun 2010. Kali ini, Pilbup Pessel di ikuti 5 pasangan calon. PKS dan PAN sama-sama mendukung Paslon Nasrul Abit-Editiawarman. Kala itu, Nasrul Abit-Editiawarman yang bernomor urut 2 unggul atas 4 paslon lainnya.

Setelah itu, di tahun 2015 PKS dan PAN kembali berbeda jalan. PKS mengusung pasangan Alirman Sori dan Raswin (ASRA). Saat itu, PKS berkoalisi dengan partai Golkar. 

Sementara itu, PAN bersama dengan Partai Nasdem dan Gerindra berkoalisi mendukung pasangan Hendrajoni-Rusma Yul Anwar (Hijra). Saat itu, Hijra meraih suar terbanyak dengan 46,68 persen suara.

Terakhir, di tahun 2020. PKS kembali kalah. Hamdanus, kader PKS yang sebelumnya Anggota DPRD Sumbar maju sebagai calon wakil bupati mendampingi bupati petahana, Hendrajoni.

Dengan tagline "Hebat" pasangan ini finis diurutan kedua. Selisihnya 19,1 persen suara dari pesaing terdekatnya. Meskipun saat ini, masih berlangsung upaya hukum di Mahkamah Konstitusi terkait perselisihan hasil perhitungan suara.

Sedangkan PAN mendukung pasangan Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah. PAN bersama partai koalisi lainnya; Gerindra, PBB, Perindo, Berkarya dan Gelora suskes mengantarkan Paslon urut 2 tersebut meraih suara terbanyak di Pilkada Pessel 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pimpin DPK Golkar Sutera, Trisno Priyadi: Mari Membesarkan Golkar sebagai Partai Bersama

Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Terus Tingkatkan Ekonomi Petani di Tengah Pandemi

Gubernur Sambut Kedatangan Komisi VIII ke Sumatera Barat