Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Sejarah Kalah Orang Rupit di Taluak Banda Sapuluah

Gambar
Yulizal Yunus Ilustrasi Di Taluk diceritakan Orang Rupit meyerah. Nomenklatur Taluk itu justru simbol kekalahan orang Rupit hitam kekar itu. Orang Rupit itu taluek muntah ceritanya menarik, ditusuk dengan gelas tuak bambu runcing. Peristiwa “taluek” itu diabadikan menjadi taluak kemudian Taluk. Baca juga “Kerajaan Taluk” dalam buku “Kerajaan-kerajaan di Pesisir Selatan, Jejak Sejarah Nasional”, Yulizal Yunus , dkk, ditebitkan Diknas Pesisir Selatan, 2017.  Sejarah Rupit sudah ada sejak abad ke-15, sebelum Portugis masuk ke Banda X termasuk Taluk satu di antara bandarnya. Ketika masuk abad ke-16 melalui pelabuhan Taluk, Portugis diceritakan mengambil rupit sebagai buruh pengamanan dagangnya. Orang Taluk yang dikenal “elok-elok”, padi manguning ditinggakan karena baso indahnya untuk orang yang datang, ketika Rupit masuk digunakan Portugis, justru Taluk marah. Sejarah Rupit   Orang Rupit dalam mencari ruang kehidupan yang lebih lega bernafas, ia menganut t...

Sikuju, Tanaman Banda-X yang Kaya Antioksidan

Gambar
                              Yulizal Yunus   Tanaman Sikuju Sikuju, sayur enak, banyak menaruh antioksidan untuk memperkuat daya tahan tubuh, anti kolesterol bahkan anti kanker. Sikuju (disebut juga siruju, nama latinnya belum diketahui ) tidak sayur jenis tanaman, karena memang tidak ditanam, tetapi adalah tumbuhan, yang tumbuh dengan sendirinya. Sering tumbuh di ladang baru dibuka. Begitu lahan ladang dibuka, dirambah semak belukar, ditebang kayu, lalu dibersihkan, dibakar. Di posisi pembakaran disebut “pawunan”, semingu dua, nampak tumbuhlah sikuju di tempat yang berabu bakar itu.  Pembiakannya, melalui bunga sikuju, yang masaknya mengandung bijo (biji). Bunga itu mekar bagaikan kapas persis seperti bunga lalang. Biji itu mudah diterbangkan angin. Mudah tumbuh di tanah peladangan bila mana saja biji Sikuju jatuh di tempat tanah terbuka di peladangan terutama di tempat pembakaran at...