Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Bus dan Lapau Nasi

Gambar
Ilustrasi Bus dan Lapau nasi (Riri Tri Utami) Kisaran tahun 80-90-an merupakan masa jaya dua ikon penting jalanan Padang-Pesisir Selatan. Ikon pertama adalah lapau nasi (warung makan) dan yang kedua perusahaan oto (PO) bus. Uniknya, kedua ikon ini berhubungan erat, saling menopang dan menghidupkan. Baca juga:  Membeli Beras Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat sangat akrab dengan bus. Mereka memanfaatkan bus sebagai sarana transportasi terutama ke kota kabupaten atau propinsi. Tidak saja sebagai penumpang "surang" (penumpang an-sich), tapi bagi petani juga untuk membawa sejumlah hasil bumi seperti pinang atau minyak nilam. Sementara bagi pedagang bisa membawa barang konveksi atau seperangkat mebel yang mereka ambil di grosir atau usaha di Pasar Raya yang letaknya dekat Terminal Lintas Andalas. Sehingga sering terlihat bus sarat beban sampai ke atapnya. Bus berangkat dari pangkalannya di selatan, dan penumpang diatur agen masing-masing. Selain itu banya...

Segera Salurkan BLT! Agar masyarakat tidak mati kelaparan akibat Covid-19

Gambar
Ilustrasi : Bandasapuluah/ Riri Tri Utami Bantuan untuk warga terdampak wabah coronavirus disease (Covid-19) di Sumatera Barat (Sumbar) hingga kini belum disalurkan. Khususnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar yang diperuntuk  bagi 119.970 KK sebesar 600 ribu rupiah per-KK selama 3 bulan, yakni: April hingga Juni. Alasannya karena persoalan data yang tidak kunjung selesai. Baca juga:   Ditengah PSBB, Semua KK Bisa Dapat BLT, Kenapa tidak Diterapkan? Sementara itu masyarakat di Sumbar, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah mulai menjerit karena ekonomi mulai sulit. Terlebih lagi, setelah pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sepekan terakhir. Politisi Golkar asal Pesisir Selatan, Saidal Masfiyuddin, S.H, menilai pemerintah tidak usah tebang pilih memberikan bantuan kepada masyarakat. Karena semua masyarakat pasti terdampak wabah covid-19 ini. Baca juga:  Hen...

Sebuah Puisi: Ku Sitir

Gambar
Ku Sitir Bilamana embusan badai menggempita lelap sang surya Bintang senja mengabari hadirnya Dalam bahagia bulan menjelma purnama Reranting tua menari ria tanpa banyak kata-kata. Bantal tua Kasur bersemikan bunga belia Selimut aromakan jingga Tumpuan lelaki separoh senja. Malam ini, ku sitir harapku dalam do’a Harap lekas berlalu tanpa rasa Moga-moga hilang rindu nan menyiksa Nyatanya rindu ini tetap sedia kala. Alam guru nan abadi tanpa jasa Mengajari bahwa takdir illahi Akan bersua gerangan gendala Menghadang seperti fajar dan senja. Ilham Kurnia, lahir di Inderapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Tamansiswa Padang. 

Serumpun Puisi di Bulan Ramadhan oleh Apriwanto

Gambar
Ramadhan Bulan Penuh Berkah Ramadhan Bulan mulia penuh berkah Bulan Mulia berlipat ganda Senandung indah dengan tilawah Amalan sunnah begitu indah Ramadhan bulan penuh ampunan Bergema dahsyat syiar Alqur'an Lantunan Azan berkumandang Menuju ridho dan ampunan Ramadhan bulan Mulia Kelapa muda menu berbuka Beduk berbunyi dengan bergema Cinta Allah kepada hambanya Ramadhan bulan maghfirah Berlipat ganda segala amalan Setan di belenggu oleh Tuhan Agar manusia menjadi beriman PIAR Padang, 24 April 2020 Nikmatnya Iman Iman... Kekuatan dahsyat orang mukmin Bermunajat lisan dengan istighfar Melangkah dengan indahnya basmallah Bermuhasabah dengan penuh cinta Iman.... Mencintai karena Allah Dengan hati tanpa gelisah Kejujuran amat sangat berharga Tuhan sayang kepada makhluknya Iman... Jernih qalbu yang tertancap Dalam hati sanubari Insan Amal shaleh jalan kebenaran Sedekah obat kesakitan Perguruan Islam Ar Risalah, 25 April 2020 Jaga Bumi Kita Teman ...

Hendrajoni Vs Bupati Pesisir Selatan di Situasi Pandemi Covid-19

Gambar
(Ilustrasi: Riri Tri Utami) Hampir dua bulan yang lewat, di Ranah Bundo selalu sibuk dengan pembicaraan yang hangat tentang Corona Virus Desease tahun 2019 atau yang lebih kenal dengan bahasa Akademiknya Covid-19 dan bahasa populer dari Ranah bunbo adalah Corona. Tak sedikit situasi berubah atas musibah ini, mulai dari kebiasaan sehari-hari yg dibatasi, kegiatan pemerintahan yg dikendali, ibadah di masjid secara jamaah di akhiri dan ini adalah sebagai usaha untuk memutus rantai penyebaran covid 19 di Ranah bundo (pesisir selatan). Baca juga:   Ditengah PSBB, Semua KK Bisa Dapat BLT, Kenapa tidak Diterapkan?   Dalam situasi sulit seperti diatas, banyak Dermawan yang terpanggil hatinya dalam membantu saudara seiman dan saudara sebangsa yang terdampak oleh musibah wabah covid 19 ini. Baik oleh para perantau, politisi, komunitas, partai politik, pejabat, individu, anggota dewan dan lain sebagainya. Ada yang bermerek, ada yang tidak bermerek, ada yang tidak dike...

Rusman Muchtar: Kisruh Pembagian Beras di Pessel, Sekda Harus Bertindak Tegas

Gambar
Rusman Muchtar Kisruh pembagian beras bantuan Covid-19 di dua nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan dinilai tidak cukup hanya memanggil Camat dan Wali Nagari setempat. Baca juga:   Banyak yang tak terima pembagian beras dampak Covid-19, Ini Penjelasan Pihak Nagari Surantih Beras yang seharusnya diterima 9 Kilogram oleh masyarakat tetapi yang diterima masyarakat hanya satu kilogram. Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pesisir Selatan (Pessel) Erizon akan memanggil Camat dan Wali Nagari setempat karena pembagian beras tidak sesuai dengan SK Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni nomor: 500/602 / E-SDA / IV 2020, pendistribusian cadangan beras pemerintah (CBP) terdampak covid-19. Baca juga:  Carut Marut Pembagian Sembako dan Lambannya Pemkab Pesisir Selatan Mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai Menanggapi hal tersebut, Pengusaha Energi asal Pessel, Rosman Muchtar menilai pemanggilan tersebut adalah hal yang biasa. "Kalau cuma dipangil ya ...

Carut Marut Pembagian Sembako dan Lambannya Pemkab Pesisir Selatan Mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai

Gambar
M. Rafi Ariansyah        Secara resmi diumumkan oleh Gubernur Sumatera Barat beserta Jajaran bahwasanya Sumbar resmi menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mulai diberlakukan 22 April-05 Mei Tahun 2020. Pembatasan berkumpul guna menghindari keramaian, berkegiatan, bahkan Ibadah dilarang diwilayah Sumatera Barat. Pesisir Selatan salah satu Kabupaten Zona Merah penyebaran Covid-19 menjadi perhatian khusus bagi Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, sebanyak lebih dari 11.000 KK dipastikan akan mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai di daerah yang terdampak covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan hal ini seiring dikeluarkannya surat edaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait akan dilakukannya pemberian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai 600 ribu hingga 3 bulan kedepan. Dalam surat edaran tersebut, masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan BLT adalah masyarakat diluar yang telah mendapatkan bantuan sembako, kartu sembako mur...