Bus dan Lapau Nasi
Ilustrasi Bus dan Lapau nasi (Riri Tri Utami) Kisaran tahun 80-90-an merupakan masa jaya dua ikon penting jalanan Padang-Pesisir Selatan. Ikon pertama adalah lapau nasi (warung makan) dan yang kedua perusahaan oto (PO) bus. Uniknya, kedua ikon ini berhubungan erat, saling menopang dan menghidupkan. Baca juga: Membeli Beras Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat sangat akrab dengan bus. Mereka memanfaatkan bus sebagai sarana transportasi terutama ke kota kabupaten atau propinsi. Tidak saja sebagai penumpang "surang" (penumpang an-sich), tapi bagi petani juga untuk membawa sejumlah hasil bumi seperti pinang atau minyak nilam. Sementara bagi pedagang bisa membawa barang konveksi atau seperangkat mebel yang mereka ambil di grosir atau usaha di Pasar Raya yang letaknya dekat Terminal Lintas Andalas. Sehingga sering terlihat bus sarat beban sampai ke atapnya. Bus berangkat dari pangkalannya di selatan, dan penumpang diatur agen masing-masing. Selain itu banya...