Samsul dan Samsir
Di kedai Mak Sarifa yang berdiri tepat di tengah kampung . Duduklah seorang pemuda di palanta sembari menggeser-geser layar smartphone nya, Seperti ada sesuatu yang ia cari. "Ndeeh," pemuda itu menghembuskan nafas panjang. "Ada apa sul?" Tanya seorang tua dengan rasa ingin tau. "Tak ada pak samsir, hanya kecewa pada pemerintah daerah ini," jawab pemuda itu. "Tidak ada perhatian Pemda terhadap kampung kita ini." "maksud mu sul? Perhatian yang bagaimana? Bukankah jalan lingkar itu sudah bukti pemkab peduli pada kampung kita ini?" Ucap Pak Samsir sembari meneguk kopi hitamnya. Samsul menghirup nafas , sambil meletakkan smartphone nya. Kemudian berkatalah Samsul dengan nada yang pelan "Jalan lingkar itu bukanlah jalan kabupaten pak Samsir, jalan itu adalah jalan nagari "Bukankah jalan nagari itu termasuk jalan kabupaten ? Karena Nagari adalah bagian dari kabupaten?" Orang tua itu bertanya dengan wajah penasaran...