Canny dan Rika
Semalam malaman itu Canny tidak tidur sekejap juga . Rindu dan cintanya kepada Rika sekonyong-konyong sudah berbalik menjadi dendam dan benci Ketika Rika mengucapkan "Hanya sekedar menemuiku? Kau rela menghabiskan waktu dan tenaga mu untuk hal yang sia-sia ini? Apakah kau lupa aku pernah berkata padamu bahwa kita hanyalah sebatas teman tak akan pernah lebih Jadi tolong janganlah menaruh Harap lebih padaku, Ku mohon padamu, Mengertilah!" Masih terniang di telinganya kata-kata Rika yang pelan namun menusuk ke ulu hati yang paling dalam. Mengertilah canny saat ini, bahwa Rika sudah mempermainkan hatinya , seolah-olah di pergunakannya buat perintang rintang hati dan sebagai pelepas bosan dikala kesendirian. Di malam yang dingin itu , Canny merebahkan badan di atas kasur sembari menatap keatas dengan tatapan kosong. Ia larut dalam lamunan, masih terpikir olehnya rika dan seolah-olah ia sendiri saja yang mengejar-ngejar rika sehingga ia rela berlayar menyebrangi selat Sun...